Saya pribadi pernah berada di fase itu: bepergian jauh hanya untuk kembali dengan hati yang sama beratnya. Pada akhirnya saya sadar bahwa bukan pantainya yang salah, tapi saya yang tidak benar-benar memberi ruang pada diri sendiri untuk memproses apa yang saya rasakan. Artikel ini mengingatkan bahwa ketenangan visual tidak sama dengan ketenangan emosional.