Saya juga sangat setuju dengan beberapa langkah yang Kak Lia usulkan, seperti menetapkan jadwal hybrid yang lebih stabil dan mengurangi rapat-rapat yang tidak esensial. Hal ini bisa membantu menciptakan ritme yang lebih terprediksi dan memudahkan kita untuk menyeimbangkan waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Di samping itu, perusahaan juga bisa lebih memperhatikan kesehatan mental karyawan dengan menyediakan ruang untuk berbicara tentang kelelahan atau tantangan yang mereka hadapi dalam bekerja secara hybrid. Menurut saya, penting sekali ada komunikasi yang terbuka antara atasan dan karyawan agar masalah seperti ini bisa diidentifikasi lebih dini.