Yang membuat tulisan ini kuat adalah pengingat bahwa kita masih manusia. Di tengah tuntutan yang tidak berhenti, kita lupa bahwa punya batas itu bukan kelemahan. Dunia menuntut performa, tapi melupakan empati. Kadang, yang paling kita butuhkan hanya satu kalimat sederhana: “kamu nggak harus kuat setiap hari.”