Bagian yang paling ngena buatku adalah ketika Kak Lia menggambarkan seseorang yang selalu tersenyum untuk orang lain, padahal dirinya sendiri lagi penuh retakan kecil yang tidak pernah diakui. Banyak banget orang yang hidup dalam mode ituβdan tetap memaksakan diri demi menjaga hubungan.