Namun demikian, seperti yang Kak Lia tekankan, software hanyalah alat. Integritas data tetap bergantung pada budaya kerja dan komitmen manusia yang mengoperasikannya. Tanpa disiplin pencatatan, kontrol internal, dan etika yang kuat, teknologi tidak akan mampu mencegah manipulasi. Justru, digitalisasi harus berjalan beriringan dengan pembangunan kultur organisasi yang sehat.