Saya setuju sekali ketika Kakak mengatakan bahwa dunia mendorong kita untuk cepat, sementara hati kita sering kali membutuhkan ruang untuk pelan. Banyak dari kita mungkin tidak menyadari bahwa keinginan untuk “berlari” sering kali bukan berasal dari diri sendiri, melainkan dari tekanan sosial yang tidak terlihat namun sangat mempengaruhi cara kita menilai diri. Dan membaca bagian itu membuat saya sadar bahwa langkah pelan bukanlah bentuk kelemahan, justru itu bentuk keberanian untuk tetap jujur pada ritme diri.