Selain itu, penutup yang Kakak sampaikan terasa sangat menenangkan. Ada pengingat bahwa fokus bukan soal jadi sempurna, melainkan soal kembali lagi dengan sengaja, meski gagal dan tersendat. Ini membantu saya mengubah cara pandang dan lebih berbelas kasih pada diri sendiri ketika sedang kehilangan ritme.