Kak Amilia, tulisan kakak kali ini benar-benar menyentuh banyak sisi dalam diri saya — terutama bagian tentang bagaimana waktu tidak pernah menunggu, tetapi kita selalu punya ruang untuk belajar melambat. Rasanya seperti pengingat yang datang tepat saat dibutuhkan, ketika hidup sedang terasa penuh namun arah justru makin kabur. Terima kasih sudah merangkainya begitu jernih dan manusiawi.