Refleksi kakak tentang bagaimana melambat membuat kita lebih peka juga terasa sangat benar. Ketika ritme hidup mulai saya perlambat beberapa waktu lalu, saya justru mulai menemukan kembali hal-hal kecil yang dulu terlewat — seperti nikmatnya minum air hangat pagi-pagi atau sekadar duduk tanpa melakukan apa pun. Mungkin memang benar, hidup itu bukan hanya tentang mencapai tujuan, tetapi menikmati perjalanan yang sunyi dan sederhana.