Tanda-tanda bahwa kita perlu melambat pun sering kita abaikan. Kita kira wajar merasa lelah terus, wajar sulit tidur, wajar kehilangan minat pada hal-hal yang dulu membuat kita bersemangat. Padahal itu adalah alarm dari tubuh dan jiwa. Dan ketika kakak bilang melambat bisa menjadi obat, saya merasa itu bukan sekadar metafora, tapi betul-betul praktik yang menyembuhkan.