Dari paparan Kak Lia, saya jadi ingin bertanya: Menurut Kakak, langkah paling realistis apa yang bisa mulai dilakukan oleh karyawan jika mereka bekerja dalam organisasi yang masih sangat tertutup terhadap komunikasi terbuka? Apakah ada pendekatan tertentu yang bisa dilakukan tanpa terkesan menantang struktur yang sudah ada?