Nah, Kak Lia, saya penasaran: apakah menurut kakak perusahaan perlu mulai membuat “manajemen energi” sebagai bagian dari strategi kerja? Dan kalau iya, menurut kakak langkah pertama apa yang paling realistis untuk dilakukan agar tim bisa tetap produktif tanpa kehilangan kesehatannya? Saya juga ingin tahu, apakah di tempat kakak sendiri perubahan budaya kerja ini terasa sangat signifikan atau justru masih dalam tahap ringan?