Apakah anda mencari sesuatu?

Lia
Participant
GamiPress Thumbnail
Image 9 replies
View Icon 0  views

    Terima kasih pertanyaannya Albert, menarik sekali, karena ini memang mulai jadi topik penting di banyak organisasi.

    Menurut saya, perusahaan memang perlu mulai memasukkan manajemen energi sebagai bagian dari strategi kerja, bukan hanya pendekatan wellness atau program kesehatan sesekali. Karena produktivitas jangka panjang bukan hanya soal deadline dan target, tetapi ritme kerja yang berkelanjutan.

    Kalau bicara langkah pertama yang paling realistis, saya cenderung memilih:

    πŸ‘‰ Membuat aturan ritme kerja yang jelas.

    Contoh sederhana:

    Jam kerja maksimal yang konsisten, terutama untuk hybrid/remote.
    Waktu β€œno meeting day/no meeting hour.”
    Standar respon (misalnya: urgent, non urgent, follow-up max 24 jam).
    Aturan ini terdengar sederhana, tapi dampaknya besar karena:

    βœ” mengurangi tekanan respons cepat,
    βœ” membantu otak punya ruang jeda,
    βœ” dan menciptakan ekspektasi kerja yang sehat.

    Dan kalau bicara konteks di tempat saya bekerja, perubahan budayanya sudah terasa β€” bukan ekstrem, tapi cukup signifikan. Ada banyak keuntungan dari teknologi, tapi ada juga penyesuaian mental agar tidak terus berada dalam mode β€œalways on.”

    Jadi menurut saya, budaya kerja ke depan bukan hanya tentang efisiensi teknologi, tapi bagaimana teknologi bisa membantu manusia bertahan, bukan habis-habisan.

    Saya senang kamu mengangkat pertanyaan iniΒ  sepertinya ini salah satu diskusi penting dalam dunia kerja modern.

    Image

    Bergabung & berbagi bersama kami

    Terhubung dan dapatkan berbagai insight dari pengusaha serta pekerja mandiri untuk perluas jaringan bisnis Anda!