Tentang follow-up, saya jadi teringat satu pengalaman pribadi. Dulu saya terlalu takut dianggap mengganggu, sehingga follow-up saya selalu lama. Tapi setelah belajar dari beberapa mentor, saya mulai mengubah gaya komunikasi. Ternyata, klien justru lebih menghargai follow-up yang terstruktur dan profesional. Jadi, bukan masalah sering atau jarangnya, tapi kualitas dan timing-nya.