Karena itu, pendekatannya idealnya bersifat selektif dan berbasis performa, bukan status kelembagaan. Artinya, perusahaan yang menunjukkan progress nyata dalam transformasi bisnis, peningkatan profitabilitas, dan governance yang lebih baik layak mendapatkan dukungan fiskal. Sebaliknya, bagi yang tidak menunjukkan perubahan substansial, insentif justru akan terasa kontraproduktif dan tidak adil.