Kalau boleh tahu, apa ada kebiasaan atau ritual tertentu yang membantu Kak Lia untuk tetap terhubung dengan diri sendiri dan tidak tenggelam dalam tuntutan untuk terus sempurna? Dan menurut Kakak, bagaimana cara paling sederhana untuk mulai mempraktikkan “menerima dulu” dalam kehidupan sehari-hari?