Membaca refleksi Kakak juga membuatku merasa bahwa perkembangan diri itu tidak selalu terlihat, tetapi bisa sangat terasa. Kadang wujudnya hanya berupa keberanian untuk jujur pada diri sendiri, atau kemampuan untuk berdamai dengan hal-hal yang dulu membuat kita berat melangkah. Tulisan dan tanggapan Kakak menciptakan ruang aman itu—tempat untuk mengakui proses yang pelan, tidak sempurna, tapi nyata.
Kalau boleh bertanya, Kak Lia sendiri biasanya bagaimana cara merayakan perkembangan kecil yang mungkin tidak terlihat orang lain, tetapi berarti banyak bagi diri Kakak?