Kak Lia, aku setuju sekali dengan perasaan “ditampar dengan lembut” itu. Tulisan kakak seperti mengingatkan tanpa menghakimi, bahwa sering kali tekanan paling berat justru datang dari diri sendiri. Kita terbiasa menuntut diri untuk terus kuat, sampai lupa memberi izin untuk berhenti sebentar.