Poin tentang keinginan untuk memenangkan argumen juga membuka kesadaran baru. Selama ini saya sering mengira bahwa berbicara terus-menerus adalah bentuk keberanian, padahal bisa jadi itu hanya cara ego mempertahankan diri. Diam sejenak ternyata bisa menjadi jembatan untuk memahami, bukan sekadar membuktikan siapa yang paling benar.