Betul, Lia! Analogi maratonnya pas banget. 🚩 Memang masih jauh dari garis finis, tapi pace awal ini bisa jadi indikator penting: stamina fiskal dan strategi lapangan.
Menariknya, lonjakan sektor konstruksi dan logistik bisa kita baca sebagai efek berantai dari belanja negara — artinya multiplier effect-nya mulai terasa. Tapi seperti yang kamu bilang, terlalu bergantung pada sektor tertentu itu berisiko, apalagi kalau fluktuasi global dan kebijakan fiskal tidak sinkron.
Dari sisi pengawasan, kerja Komite Kepatuhan akan sangat krusial. Tapi menurutku, DJP juga harus memperkuat pendekatan compliance risk management berbasis data, bukan hanya aksi penagihan. Pendekatan preventif jauh lebih efektif dalam jangka panjang.
Terakhir, soal budaya kepatuhan: ini PR lintas generasi. Kalau edukasi dan transparansi pajak terus ditingkatkan, bukan tidak mungkin trust publik ke sistem bisa ikut tumbuh. Dan itu lebih sustainable dibanding sekadar mengandalkan lonjakan kuartalan.
Semoga DJP bisa jaga irama larinya — cepat tapi tetap presisi.