Setuju banget, Indonesia memang sudah semakin proaktif dalam diplomasi ekonomi internasional, dan ini bisa jadi peluang besar. Tapi benar juga, seperti yang kamu katakan, penting untuk memastikan bahwa kesepakatan yang tercapai nggak hanya menguntungkan salah satu pihak, tapi juga bisa membawa manfaat jangka panjang bagi Indonesia.
Menarik juga untuk melihat bagaimana Indonesia berusaha mengurangi ketimpangan perdagangan dengan meningkatkan impor dari AS. Tapi, apakah ada langkah lain yang bisa diambil Indonesia untuk memperkuat posisi tawar dalam negosiasi ini, selain sekadar mengurangi defisit perdagangan? Misalnya dengan memperkuat sektor domestik atau memperluas pasar ekspor ke negara-negara non-tradisional?
Juga, seberapa penting menurut teman-teman di forum ini untuk melihat aspek keberlanjutan dalam kerjasama perdagangan ini, terutama soal dampak jangka panjang terhadap industri lokal dan pengusaha kecil?
Penasaran banget dengan pandangan teman-teman mengenai keseimbangan antara kemitraan internasional dan pengembangan ekonomi domestik. 🙌