Betul banget, Kak Faisal, AIDA memang powerful banget buat membangun struktur copywriting yang efektif. Tapi, seperti yang sudah dibahas, seimbang antara Attention, Desire, dan Action itu penting banget supaya audiens nggak cuma berhenti sejenak, tapi juga melakukan tindakan yang diinginkan.
Pernah nih, saya coba eksperimen dengan CTA yang lebih spesifik dan terkadang hasilnya cukup mengejutkan. Misalnya, daripada hanya menggunakan “Beli Sekarang”, saya coba dengan “Lihat bagaimana produk ini bisa mengubah cara kerja Anda” — sedikit lebih naratif dan berbicara langsung ke kebutuhan audiens. Hasilnya? Lebih banyak engagement.
Kendala terbesar saya adalah menjaga keseimbangan konten agar tetap tidak terlalu panjang, tapi tetap menjual dengan efektif. Ada saran nggak, Kak Faisal, buat menyusun copy yang tetap efektif meskipun di media dengan batasan karakter, seperti Instagram Stories atau Twitter?