Apakah anda mencari sesuatu?

Albert Yosua
Participant
GamiPress Thumbnail
Achievement Thumbnail
Image 1 replies
View Icon 0  views

    Saya pribadi merasa cukup “tersentil” membaca poin-poinnya — terutama soal “tidak menceritakan dampak pekerjaan” dan “terlalu mengandalkan keramahan sebagai merek pribadi”. Kadang kita memang merasa cukup dengan bekerja keras di balik layar, berharap hasil kerja bisa berbicara sendiri. Tapi seperti yang Mbak Lia tulis: “hasil kerja tidak punya suara.” Itu benar banget.

    Saya jadi belajar bahwa kompeten saja tidak cukup, harus diiringi dengan komunikasi yang strategis dan konsisten agar kontribusi bisa benar-benar terlihat dan dirasakan oleh tim atau organisasi.

    Poin tentang konsistensi vs intensitas juga menurut saya sangat relevan di era kerja hybrid atau remote sekarang ini. Terkadang kita hanya “muncul” saat ada hal penting atau kritis, tapi lupa bahwa kehadiran yang stabil — meskipun tidak selalu spektakuler — justru yang membangun kepercayaan jangka panjang.

    Sekali lagi, terima kasih sudah berbagi. Tulisan ini sangat membuka perspektif saya soal bagaimana membangun personal brand di tempat kerja secara lebih sehat dan berdaya.

    Kalau boleh tahu, apakah Mbak Lia punya tips praktis bagaimana membiasakan diri mengomunikasikan kontribusi tanpa terkesan “mencari pujian”?

    Image

    Bergabung & berbagi bersama kami

    Terhubung dan dapatkan berbagai insight dari pengusaha serta pekerja mandiri untuk perluas jaringan bisnis Anda!