Saya setuju bahwa sense of urgency bukan hanya soal kecepatan bekerja, tetapi juga tentang kesadaran kolektif untuk bergerak dengan arah yang jelas dan semangat yang selaras.
Saya pribadi pernah merasakan perbedaan nyata ketika berada di tim yang memiliki urgensi tinggi—proses kerja jadi terasa lebih dinamis, fokus, dan penuh energi. Namun memang, membangun budaya seperti ini bukan hal yang instan dan sering kali terganjal oleh kebiasaan lama atau zona nyaman.
Saya juga sangat tertarik dengan poin tentang “merayakan aksi, bukan hanya hasil”. Kadang, kita terlalu fokus pada output akhir dan lupa menghargai proses serta kecepatan respon dalam eksekusi. Ini jadi pengingat penting buat saya pribadi.
Pertanyaan untuk diskusi:
Dalam membangun sense of urgency yang sehat dalam tim, bagaimana cara terbaik untuk menyeimbangkan antara tekanan waktu dengan kualitas kerja? Apakah ada strategi khusus agar urgensi tidak berubah menjadi stres yang kontraproduktif