Terima kasih Faisal untuk tulisannya yang jujur dan sangat mengena. Saya rasa banyak dari kita yang bisa relate dengan perasaan “bodoh” saat belajar sesuatu yang luas dan kompleks seperti marketing. Tapi justru kesadaran itulah yang jadi titik awal kemajuan—karena orang yang merasa “sudah tahu segalanya” biasanya malah berhenti berkembang.
Saya juga setuju banget bahwa waktu adalah “mata uang” yang sering kali kita buang tanpa sadar. Dan prinsip “kalau gak bisa tutup gap dengan uang, tutup dengan waktu” itu benar-benar praktis dan membumi. Gak semua orang punya privilege finansial, tapi semua orang punya 24 jam yang bisa diatur.
Pertanyaan untuk diskusi:
Di tengah begitu banyaknya sumber belajar dan informasi marketing yang tersebar (online course, YouTube, ebook, komunitas), bagaimana caramu menentukan mana yang paling layak untuk difokuskan agar gak jadi “overwhelm”?
Apakah kamu punya cara khusus untuk memfilter insight mana yang benar-benar relevan dengan proses belajarmu sekarang?