Topik yang relate banget, dan terus terang saya pernah ada di fase “kerja keras aja cukup kok”… sampai akhirnya sadar: hasil kerja yang bagus tetap perlu diketahui orang yang tepat.
Saya setuju bahwa politik kantor itu realitas, bukan musuh. Dan kalau kita bisa memahaminya dengan cara yang cerdas dan elegan, justru bisa jadi alat untuk memperluas dampak dan karier kita—tanpa harus kehilangan integritas.
Poin tentang strategic visibility penting banget. Kadang bukan soal “menjual diri”, tapi bagaimana kita menyampaikan value dan kontribusi secara tepat konteks—di ruang yang bisa membuatnya berarti.
🎯 Pengalaman pribadi saya:
Ada momen di mana saya merasa “dilangkahi” padahal sudah kontribusi cukup besar. Setelah refleksi, saya sadar: saya kurang membangun aliansi dan terlalu fokus kerja diam-diam. Sejak itu, saya mulai lebih terbuka berkolaborasi dan belajar “bermain cantik” secara sehat.
🔍 Pertanyaan untuk diskusi:
Bagaimana menurut teman-teman, cara membangun strategic visibility tanpa terkesan sedang “cari muka”? Apalagi kalau berada di lingkungan kerja yang cukup sensitif terhadap gesture seperti itu?
Karena kadang niat kita tulus ingin membangun relasi dan kredibilitas, tapi bisa disalahpahami kalau nggak hati-hati dalam menyampaikan.