Saya setuju, budaya “tarsok” (entar, besok) memang sering jadi penghambat utama dalam membentuk sense of urgency yang sehat. Tapi menurut saya, urgensi tidak harus selalu datang dalam bentuk “tekanan dari atas”—justru kalau bisa tumbuh dari kesadaran personal dan rasa tanggung jawab bersama, dampaknya bisa jauh lebih kuat dan tahan lama.