Hal-hal kayak gitu bikin tim ngerasa “Oh, atasan gue nggak cuma bisa ngomong, tapi juga peduli dan mau turun tangan.”
Karena respect itu nggak bisa dipaksa lewat jabatan atau instruksi, tapi lahir dari keteladanan kecil yang konsisten.
Kadang justru momen “turun tangan” itu yang paling diingat tim, bukan strategi besar yang rumit.
Orang akan lebih loyal sama pemimpin yang mau bareng-bareng susah, bukan cuma bareng-bareng senang.