Dalam hidup nyata, tidak ada yang seimbang terus-menerus.
Yang ada adalah fase:
Ada fase kerja mendominasi.
Ada fase keluarga lebih penting.
Ada fase kesehatan harus jadi prioritas.
Ada fase ingin mengejar mimpi dan lembur adalah konsekuensi.
Jadi work–life balance itu bukan 50:50.
Tapi kemampuan menata hidup agar tidak meledak dalam prosesnya.