Saya pribadi sepakat bahwa HRD sering kali hanya dijadikan “tameng” oleh atasan atau manajemen. Padahal, secara fungsi, HRD seharusnya menjadi penyeimbang antara kepentingan bisnis dan keadilan bagi karyawan. Langkah-langkah yang Kak Widdy paparkan menunjukkan bahwa HRD tetap bisa menjaga profesionalisme meskipun berada dalam tekanan.