Home / Topics / Human Resources / [SHARING] Ketika HRD Mendapat laporan dari Atasan Karyawan untuk di pecat
- This topic has 8 replies, 2 voices, and was last updated 4 months, 2 weeks ago by
Albert Yosua Matatula.
[SHARING] Ketika HRD Mendapat laporan dari Atasan Karyawan untuk di pecat
January 2, 2026 at 8:55 am-
-
Up::0
Ironi memang ketika kita sebagai HRD hanya dijadikan tameng untuk mengakhiri hubungan kerja karyawan dengan perusahaan.
Apalagi di perusahaan yang mayoritas karyawannya berstatus kontrak.
Buat teman-teman yang mengalami hal yang sama seperti yang saya alami lakukan langkah-langkah berikut :1. Laporan dari atasan karyawan di catat, jika perlu direkam yang mengatakan si karyawan yang mau di pecat/di PHK ada bukti alasan akan di pecat/ di PHKnya
2. Pelajari laporan tersebut dan kumpulkan bukti-bukti pendukungnya, misalnya :
– Tidak perform karena sales tidak tercapai, maka kumpulkan bukti laporan sales si karyawan 1-3 bulan terakhir.– Tidak perform dari sisi produksi/operasionalnya, kumpulkan bukti laporan kegiatan operasional/hasil produksi dari si karyawan tersebut
– Cek laporan absen/kehadirannya
3. Jika semua bukti diatas sudah kalian pegang, analisa hasilnya :
– Jika hasil pendukungnya memang kurang, lakukan eksekusi untuk di PHK/pecat
– JIka hasil pendukungnya bagus, tidak bisa membuktikan karyawan untuk di PHK /Di pecat dengan alasan tidak perform. Maka naiklah ke Management, sertakan bukti-bukti yang kamu miliki. Setidaknya cari tahu informasi juga ke Rekan kerja yang lain.
– Jika sudah dibahas ke Management tinggal menunggu keputusannya bagaimana, aplgi klo sudah mengarah subyek, maka sebaiknya tetap saja kita jalankan sesuai dengan keputusan Management (Cara ini lebih efektif dari pada timbul masalah baru jika putusan tersebut tidak dikerjakan)
sebagai catatan, bukti dari karyawan yang mai di eksekusi jangan juga diberikan ke karyawan yang akan di eksekusi, Cekup jelaskan saja saat tatap muka
4. Hasil akhirnya, biasanya menghasilkan 2 kemungkinan :
– Si Karyawan akhirnya bersedia mengundurkan diri
– Si Karyawan bersedia di Mutasi kemanpun asalkan diberikan kesempatan tetap bekerja
Demikin Sharing saya seputar hubungan industrial, semoga bermanfaat.
-
Sekali lagi terima kasih atas sharing-nya, Kak Widdy. Diskusi seperti ini sangat bermanfaat, terutama bagi HRD yang masih belajar menghadapi dinamika dan tekanan di dunia hubungan industrial.
-
Terakhir, menurut pengalaman Kak Widdy, solusi mutasi dibandingkan pengunduran diri mana yang lebih sering berhasil menjaga hubungan industrial tetap kondusif? Dan faktor apa yang biasanya paling menentukan keberhasilan solusi tersebut?
-
Namun, saya ingin bertanya kepada Kak Widdy, bagaimana jika kondisi di lapangan menunjukkan bahwa manajemen sama sekali tidak mau mempertimbangkan data dan rekomendasi HRD? Apakah Kakak pernah berada di situasi tersebut, dan bagaimana cara menyikapinya agar tetap profesional tanpa mengorbankan integritas?
-
Menarik juga saat Kak Widdy menekankan pentingnya naik ke manajemen jika bukti menunjukkan karyawan sebenarnya masih perform. Ini menunjukkan bahwa HRD tidak hanya menjalankan perintah, tetapi juga berani menyampaikan fakta. Walaupun pada akhirnya tetap harus mengikuti keputusan manajemen, setidaknya HRD sudah menjalankan peran kontrolnya.
-
Saya juga setuju bahwa analisa performa tidak bisa hanya berdasarkan opini atasan langsung. Mengkaji data sales, operasional, dan absensi adalah bentuk due diligence yang seharusnya menjadi standar HRD. Dengan begitu, keputusan yang diambil tidak bersifat emosional atau politis.
-
Poin tentang pencatatan laporan dan pengumpulan bukti menurut saya sangat krusial. Dengan data yang lengkap dan objektif, HRD memiliki dasar yang kuat untuk menganalisis kasus secara adil. Hal ini juga penting sebagai perlindungan bagi HRD sendiri apabila di kemudian hari muncul masalah hukum atau sengketa hubungan industrial.
-
Saya pribadi sepakat bahwa HRD sering kali hanya dijadikan âtamengâ oleh atasan atau manajemen. Padahal, secara fungsi, HRD seharusnya menjadi penyeimbang antara kepentingan bisnis dan keadilan bagi karyawan. Langkah-langkah yang Kak Widdy paparkan menunjukkan bahwa HRD tetap bisa menjaga profesionalisme meskipun berada dalam tekanan.
-
Untuk Kak Widdy, terima kasih banyak atas sharing yang sangat jujur dan membuka realita di lapangan. Apa yang Kakak sampaikan benar-benar mewakili posisi HRD yang sering berada di tengah pusaran kepentingan, khususnya ketika berhadapan dengan keputusan pemutusan hubungan kerja.
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
Training Karyawan Masih Manual? Coba LMS Mekari Talenta GRATIS 1 BulanHalo, HR 101 Community! đ Mengelola training karyawan sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan. Mulai dari onboarding karyawan baru, pelatihan SOP,âĻ27 Apr 2026 âĸ Human ResourcesTerkait:laporan karyawan
-
Memahami Perbedaan Bupot A1 yang Disetahunkan dan Tidak DisetahunkanRekan-rekan HR, belakangan ini saya melihat semakin banyak pertanyaan terkait pembuatan Bukti Potong (Bupot) PPh 21 Formulir BPA1, terutama setelah berlakunya PER-11/PJ/2025.âĻ4 Dec 2025 âĸ Human ResourcesAllTerkait:ketika laporan
-
10 HR Tips untuk Meningkatkan Kinerja dan Budaya PerusahaanSumber daya manusia (SDM) adalah aset paling berharga dalam sebuah perusahaan. Ketika pengelolaan HR dilakukan dengan tepat, bukan hanya kinerja meningkatâtapi budayaâĻ7 Jan 2026 âĸ Human ResourcesAllTerkait:ketika karyawan
-
Jumlah Pelaporan SPT Tahunan Meningkat 3,26 % hingga 11 April 2025(Jakarta) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat sebanyak 13 juta Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) tahun pajak 2024 telah disampaikan hinggaâĻ15 Apr 2025 âĸ Human ResourcesAllTerkait:laporan
-
HR Quiz 101! Jadi HR menyenangkan lho~Halo HR 101 Community! Udah lama banget kita gak ngadain kuis atau games seru-seruan. Nah, kali ini akan ada games lagi denganâĻ16 Dec 2024 âĸ Human ResourcesMentoringTerkait:karyawan
-
Talenta HR 101 Leaders Forum on SeptemberPada tanggal 19 September kemarin, Mekari Talenta baru saja berkolaborasi dengan SEMAJA dalam acara HR 101 Leaders Forum dengan judul The CompleteâĻ26 Feb 2025 âĸ Human ResourcesTerkait:karyawan
-
21 Kriteria Tempat Kerja Ideal. Perusahaan Kamu Sudah Seperti Ini?Puluhan tahun jadi karyawan emang ga bosen? Saya pribadi sudah hampir 20 tahun jadi karyawan di berbagai perusahaan. Merasakan enak dan gaâĻ25 Sep 2024 âĸ Human ResourcesAllTerkait:ketika mendapat karyawan
-
[WINNER] HR 101 Community Bagi-Bagi THR!Yuhuuu! Siapa yang kemarin udah ikutan Kuis THR dan udah nungguin pengumuman pemenangnya? Selamat untuk 3 nama pemenang yang beruntung: Sabrina MarsyaâĻ3 Aug 2025 âĸ Human ResourcesTerkait:mendapat
-
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Buat SKCK Per 1 Maret, Sebanyak 6 Polda Sudah Uji CobaSurat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan bukti bahwa seseorang nggak pernah terlibat di dalam perilaku kejahatan atau kriminal. Biasanya, SKCK juga dibutuhkanâĻ8 May 2025 âĸ Human ResourcesTerkait:ketika
-
Perhitungan PPh 21 untuk Pegawai resign sebelum DesemberDear Tim Talenta, Mohon dapat dijelaskan, bagaimana aplikasi Talenta dapat mengakomodir jika ada pegawai yang keluar tengah tahun atau sebelum december, denganâĻ31 Jul 2025 âĸ Human ResourcesAllTerkait:sharing
-
HR Sampai Chat Personal ke Setiap Manajer Cuma untuk Kejar Pengisian Review. Ini Cara HentikannyaSkenario ini terjadi di hampir setiap perusahaan Indonesia yang review-nya masih dikelola secara manual: HR membuka periode review. Deadline dua minggu. SemingguâĻ19 May 2026 âĸ Human ResourcesProductKnowledge ReviewCycle TalentaPerforma W3Terkait:atasan karyawan
-
Submit Reimbursement Lebih Cepat dengan OCR di Mekari ExpenseHalo, HR 101 Community! đ Proses reimbursement sering kali membutuhkan pengisian detail transaksi secara manual dari receipt yang dilampirkan. Saat transaksi yangâĻ15 May 2026 âĸ Human ResourcesTerkait:ketika karyawan
