Namun, saya ingin bertanya kepada Kak Widdy, bagaimana jika kondisi di lapangan menunjukkan bahwa manajemen sama sekali tidak mau mempertimbangkan data dan rekomendasi HRD? Apakah Kakak pernah berada di situasi tersebut, dan bagaimana cara menyikapinya agar tetap profesional tanpa mengorbankan integritas?