Pendukung kebijakan ini menilai mekanisme progresif dapat membantu negara:
meningkatkan ruang fiskal,
memperkuat pembiayaan pembangunan,
serta menjaga distribusi manfaat ekonomi agar tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu.
Selain itu, penerimaan tambahan dari sektor komoditas berpotensi digunakan untuk subsidi, perlindungan sosial, hilirisasi industri, hingga pembangunan infrastruktur.