Salah satu cara yang cukup bantu aku adalah dengan membuat transisi yang rapi sebelum izin—kayak kasih info progress terakhir ke tim, tinggalin catatan kerjaan, atau koordinasi ringan siapa yang bisa backup kalau memang urgent. Itu bikin hati lebih tenang dan tim juga nggak kaget. Jadi walau lagi rehat, aku tahu semua tetap bisa jalan.
Tapi yang nggak kalah penting menurutku adalah lingkungan yang suportif. Kalau tim dan atasan bisa kasih ruang tanpa judgment, kita juga jadi lebih “berani” buat jujur soal kondisi. Budaya ini nggak bisa dibangun sendiri, tapi perlu dibiasakan bareng-bareng.
🎯 Pertanyaan balik buat teman-teman:
Kalau kamu jadi atasan atau senior di tim, langkah apa yang bisa kamu lakukan supaya orang di tim nggak takut atau sungkan buat izin saat butuh?
Menurutku, perubahan budaya kerja itu bisa mulai dari atas, tapi juga perlu ditopang dari bawah. Jadi semua bisa sama-sama jaga kesehatan—fisik maupun mental.