Setuju banget, Albert. Yang sering bikin kita “kecolongan” di momen-momen emosi itu memang refleks—bukan karena kita nggak tahu harus gimana, tapi karena otak udah keburu fight or flight mode. Makanya kunci yang kamu angkat tadi, soal membentuk refleks baru lewat latihan, penting banget.
Kalau dari aku, salah satu latihan yang cukup ngaruh adalah:
💡 Latihan “Replay & Rehearse”
Setelah kejadian yang bikin emosi, coba evaluasi ulang dan bayangin ulang skenario-nya. Lalu latih diri sendiri:
“Kalau nanti kejadian serupa, saya akan jawab begini…”
Ini mungkin keliatannya sepele, tapi otak kita jadi terbiasa punya “skrip cadangan” yang lebih tenang dan terarah.
Selain itu, rutin latihan mindfulness juga bantu. Nggak harus panjang-panjang, cukup 5 menit sehari buat sadar napas dan tubuh—itu udah cukup untuk bantu tubuh kita kenal “mode tenang” walau lagi panas situasinya 🔥🧘
✨ Pertanyaan buat teman-teman:
Pernah nggak kalian punya momen emosi meledak di tempat kerja, terus nyesel belakangan? Kalau iya, apa pelajaran paling besar dari kejadian itu?
Dan kalau boleh tahu, apa yang kalian lakukan setelahnya supaya bisa lebih tenang di kesempatan berikutnya?
Yuk saling sharing, biar makin siap hadapi situasi sulit dengan kepala dingin bareng-bareng 🧠❄