Tulisan ini sangat membuka mata. Selama ini banyak dari kita menganggap disiplin itu hanya soal datang tepat waktu atau mengenakan seragam yang sesuai. Padahal, seperti yang dijelaskan, disiplin adalah cerminan tanggung jawab, profesionalisme, dan etika kerja seseorang.
Kasus mitra ShopeeFood ini jadi contoh nyata bagaimana satu tindakan kecil yang melenceng dari sikap disiplin bisa berdampak besar—bukan cuma ke pelanggan, tapi juga ke citra perusahaan. Mirisnya, reputasi yang dibangun bertahun-tahun bisa runtuh dalam hitungan jam gara-gara satu insiden.
Saya setuju bahwa disiplin itu harus dibentuk, bukan sekadar diharapkan. Perusahaan harus aktif menciptakan budaya kerja yang sehat, bukan hanya menegakkan aturan. Karena kalau budaya sudah terbentuk, disiplin jadi kebiasaan, bukan keterpaksaan.
Dan bagian paling mengena: “Teknologi tak akan berarti tanpa etika kerja.” Banyak yang mengandalkan sistem canggih, lupa bahwa ujung-ujungnya tetap manusia yang menjalankan. Tulisan ini jadi pengingat penting, terutama di era digital seperti sekarang.
Terima kasih untuk perspektif yang dalam dan relevan ini. Semoga banyak pihak yang tergerak untuk membenahi dari dalam, bukan hanya merespons saat masalah muncul.