Saya sepakat dengan poin yang disampaikan Albert, terutama tentang tantangan menjaga rasa memiliki saat tekanan tinggi. Memang, dalam kondisi seperti deadline ketat atau workload berat, kita cenderung “survival mode” dan fokus menyelesaikan tugas saja. Tapi justru di momen-momen itulah, budaya tim dan peran pemimpin jadi kunci. Ketika tim merasa saling mendukung dan pemimpin tetap hadir secara emosional (bukan hanya mengawasi), rasa memiliki bisa tetap terjaga walau situasi sedang berat.
Untuk pertanyaan soal karyawan baru—saya percaya sense of ownership bisa mulai tumbuh bahkan sejak hari pertama, asalkan dari awal mereka diajak terlibat, bukan sekadar diarahkan. Misalnya:
Dilibatkan dalam diskusi kecil atau brainstorming, walau mereka belum punya pengalaman banyak
Diberi kepercayaan atas satu bagian kecil dari proyek dan diminta menyampaikan hasilnya langsung
Mendapatkan feedback positif saat berinisiatif, sekecil apa pun
Hal-hal sederhana tapi konsisten seperti ini bisa bikin karyawan baru merasa, “Saya dihargai di sini,” dan dari situlah rasa memiliki bisa mulai tumbuh.