Empati memang menjadi kunci utama dalam membangun hubungan yang kuat dengan tim. Saya sangat setuju dengan poin-poin yang dibagikan di sini, terutama soal mendengarkan secara penuh (poin ke-4). Kadang, kita sebagai pemimpin merasa perlu memberikan solusi, tapi terkadang yang dibutuhkan tim justru adalah seseorang yang mau mendengarkan dengan sepenuh hati.
Poin lainnya yang sangat saya rasakan penting adalah “memperhatikan hal-hal kecil” (poin ke-6). Ketika kita menunjukkan bahwa kita peduli tentang kehidupan mereka di luar pekerjaan, itu bukan hanya membuat mereka merasa dihargai, tetapi juga mempererat kepercayaan dalam tim.
Empati juga berarti mendekati situasi dengan keinginan untuk memahami (poin ke-8). Misalnya, ketika seseorang terlambat atau ada yang kurang dari yang diharapkan, kita bisa bertanya dan mencari tahu apa yang terjadi tanpa langsung menyalahkan. Ini menciptakan ruang untuk komunikasi yang lebih baik dan hubungan yang lebih sehat.
Empati memang bukan sesuatu yang instan, tapi bisa terus dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.