Apakah anda mencari sesuatu?

Lia
Participant
GamiPress Thumbnail
Achievement ThumbnailAchievement Thumbnail
Image 12 replies
View Icon 0  views

    Setuju banget, Albert. Dunia kerja atau komunitas yang sangat kompetitif memang sering tanpa sadar mengikis empati. Apalagi kalau standar keberhasilan hanya diukur dari output dan kecepatan.

    Menurutku, cara membangun budaya saling menghargai di lingkungan seperti itu harus dimulai dari keberanian ‘berhenti sebentar’. Nggak selalu harus lewat program besar. Kadang cukup dari hal kecil seperti pemimpin yang mau kasih ruang buat ngobrol terbuka—bukan soal target, tapi soal kondisi pribadi tim.

    Contohnya: di satu tim kerja yang pernah aku lihat, setiap Senin pagi mereka mulai dengan 10 menit ‘human check-in’ semua orang bisa cerita satu hal personal atau emosi mereka minggu itu. Ternyata dari situ, empati antar anggota tim tumbuh pelan-pelan. Ada rasa saling ngerti, bukan sekadar saling tuntut.

    Mungkin bisa dimulai dari pertanyaan sederhana: ‘Gimana kabarmu hari ini, beneran, bukan basa-basi? Kadang itu aja udah bikin orang merasa dilihat.

    Image

    Bergabung & berbagi bersama kami

    Terhubung dan dapatkan berbagai insight dari pengusaha serta pekerja mandiri untuk perluas jaringan bisnis Anda!