Terima kasih tanggapannya, Pak Widdy. Saya setuju sekali dengan pandangan Bapak — bahwa intinya adalah tanggung jawab terhadap pekerjaan, bukan semata soal jam pulang.
Buat saya pribadi, budaya kerja ideal itu ketika semua pihak saling menghargai: karyawan disiplin menyelesaikan tugasnya tepat waktu, dan perusahaan juga memberi ruang agar istirahat dan kehidupan pribadi tetap seimbang.
Saya jadi ingin bertanya ke Bapak dan teman-teman lainnya:
Bagaimana menurut Bapak, cara terbaik perusahaan membangun budaya kerja yang mendorong efisiensi tanpa membuat orang merasa harus lembur untuk terlihat “berdedikasi”?
Kadang kan masih ada kesan bahwa yang pulang belakangan itu lebih rajin, meskipun belum tentu lebih produktif. Penasaran juga dengan pengalaman Bapak terkait hal ini 🙏