Tapi, menurut Kak Lia, bagaimana caranya agar perusahaan bisa memastikan fleksibilitas ini tetap terjaga tanpa mengorbankan kontrol atau pengawasan terhadap pekerjaan? Apakah ada cara-cara praktis agar manajer bisa tetap merasa terhubung dengan tim meskipun mereka pulang tepat waktu?