Terima kasih untuk diskusi yang insightful dari teman-teman semua 🙏
Sebagai pribadi, aku merasa pulang tepat waktu (teng go) bukan berarti kurang effort atau nggak loyal—justru sebaliknya. Itu bisa jadi bentuk profesionalisme, disiplin, dan efisiensi kerja. Selama tanggung jawab sudah ditunaikan dan komunikasi dengan tim tetap lancar, pulang on time seharusnya sah-sah saja.
Tapi aku juga nggak munafik sih kadang masih muncul rasa nggak enak kalau pulang tepat waktu, apalagi kalau tim masih banyak yang di kantor. Budaya kerja yang ideal menurutku adalah ketika semua pihak saling percaya: karyawan kerja maksimal selama jam kerja, dan perusahaan menghargai keseimbangan hidup.
Aku penasaran, teman-teman:
👉 Pernah nggak kalian merasa “bersalah” atau “nggak enak” saat pulang tepat waktu, padahal tugas udah kelar?
👉 Kalau iya, bagaimana kalian menyikapinya, supaya tetap tenang tapi nggak dianggap lepas tanggung jawab?
Yuk lanjut ngobrol di sini, siapa tahu bisa jadi insight bareng 💬✨