Terima kasih insight-nya, Lia! Setuju banget, peran Menko Airlangga di perundingan ini memang jadi sinyal kuat keseriusan Indonesia menjaga kepentingan nasional. Fokus pada isu-isu strategis seperti ekonomi digital dan mineral kritis juga jadi langkah tepat untuk bangun nilai tambah, bukan cuma jadi pemasok bahan mentah.
Untuk pertanyaan kamu soal pengelolaan sumber daya strategis, menurutku perlu dorongan kuat dari kebijakan hilirisasi dan investasi teknologi supaya industri dalam negeri bisa tumbuh. Jangan sampai cuma jadi “pabrik ekspor bahan mentah” yang nilainya rendah. Pemerintah harus jeli menyiapkan insentif dan regulasi yang mempermudah investasi hilir dan R&D.
Sedangkan diplomasi ekonomi, adaptasi terus-menerus jadi kunci. Kita perlu jalin kerja sama regional dan multilateral yang bisa jadi buffer saat menghadapi tekanan unilateral. Juga, memperkuat diplomasi ekonomi digital yang selama ini masih relatif baru tapi punya potensi besar.
Menurut kamu, sektor atau strategi apa lagi yang harus lebih dioptimalkan biar kita gak cuma jadi “penonton” dalam persaingan dagang global?