Apakah anda mencari sesuatu?

Amilia Desi Marthasari
Participant

Rockstar

5 Requirements

  • Login ke website sebanyak 30 kali
  • Balas Thread sebanyak 50 kali
  • Buat Thread baru sebanyak 30 kali
  • Bagikan thread ke media sosial sebanyak 15 kali
  • Bagikan pengalaman kamu menggunakan produk mekari ke media sosial sebanyak 5 kali
GamiPress Thumbnail
Achievement Thumbnail
Image 10 replies
View Icon 0 views

    Terima kasih kak albert atas pertanyaannya yang sangat kritis.
    Memang sangat subjektif dan tidak bisa hanya diukur dengan angka seperti KPI, tetapi menurut pendapat saya cara mengukur kesehatan mental untuk karyawan bisa dilakukan dengan cara:
    1. Mengisi Kuisioner – Menggunakan alat ukur yang sudah divalidasi secara global, misalnya
    Maslach Burnout Inventory (MBI) → mengukur burnout. Alat ini memberikan gambaran tren, meski bukan diagnosis.
    2. Survey – Daripada survei panjang setahun sekali, lakukan survei singkat (3–5 pertanyaan) tiap 1–2 bulan. Misalnya dengan pertanyaan yang biasanya releven dengan keadaan karywan
    3. Kotak Suara Digital – Beri ruang aman bagi karyawan untuk bicara tanpa takut stigma. Misalnya aplikasi feedback anonim atau konseling daring yang terjaga kerahasiaannya.

    Angka memang membantu sebagai baseline, tapi yang terpenting adalah menciptakan ekosistem aman untuk bicara soal kesehatan mental.

    Image

    Bergabung & berbagi bersama kami

    Terhubung dan dapatkan berbagai insight dari pengusaha serta pekerja mandiri untuk perluas jaringan bisnis Anda!