Apakah anda mencari sesuatu?

Lia
Participant
GamiPress Thumbnail
Image 3 replies
View Icon 0 views

    Albert, saya sepakat banget! Ini emang masa-masa transisi yang lumayan pelik buat pemerintah. Jujur aja, saya juga ngelihat tax holiday itu udah kehilangan taringnya. Sama kayak kamu bilang, buat apa dikasih keringanan pajak di sini kalau nanti ujung-ujungnya harus bayar lagi di markas besar perusahaannya? Itu namanya sama aja bohong.

    Nah, dari tiga skema baru yang disiapkan,saya paling tertarik sama refundable tax credit. Konsepnya itu kan kayak kita bayar pajak penuh, tapi di akhir periode bisa dapat pengembalian sebagian atau seluruhnya. Ini jauh lebih efektif, karena secara administrasi, perusahaan tetap bayar pajak sesuai tarif normal sehingga tidak kena top-up tax. Kemudian, mereka dapat insentifnya dalam bentuk pengembalian dana. Ini juga bisa jadi sinyal kalau Indonesia serius beradaptasi dan gak cuma main-main.

    Soal kesiapan, saya rasa ini juga jadi PR besar. Gak cuma pemerintah yang harus siap aturannya, tapi juga kita sebagai praktisi dan perusahaan. Siap-siap aja laporan pajak akan jauh lebih kompleks. Butuh pemahaman mendalam soal Income Inclusion Rule (IIR) dan Qualified Domestic Minimum Top-up Tax (QDMTT).

    Image

    Bergabung & berbagi bersama kami

    Terhubung dan dapatkan berbagai insight dari pengusaha serta pekerja mandiri untuk perluas jaringan bisnis Anda!