Dari seluruh poin yang dibahas, saya melihat ada benang merah yang sangat kuat: bahwa executive presence bukan tentang menjadi yang paling hebat, tetapi tentang mengelola persepsi dengan otentik. Ini membuat saya berpikir, seberapa besar peran self-awareness dalam membangun executive presence? Dan bagaimana cara kita terus mengasah kesadaran diri ini tanpa terjebak pada overthinking atau perfeksionisme?