Selain itu, aku juga penasaran bagaimana cara menyeimbangkan antara kebutuhan organisasi untuk mencapai target dengan menjaga kesehatan mental karyawan. Apakah menurut kakak pendekatan seperti fleksibilitas jam kerja, workload yang lebih transparan, atau sistem support internal (misalnya peer support) bisa efektif untuk mengurangi risiko burnout massal?