Menariknya, sikap ini juga bisa ditiru meski kita bukan pemimpin formal. Misalnya:
Kalau kita salah hitung data, kita bisa bilang “Ternyata aku keliru di sini, maaf ya. Ada yang bisa bantu kita cek lagi bareng?”
Kalau terlambat menyelesaikan bagian kerja, kita bisa jujur: “Aku kurang perhitungkan waktunya. Next time aku bakal adjust lebih baik. Ada saran dari kalian?”
Dengan begitu, kita juga ikut melatih budaya kerendahan hati dan kolaborasi dalam tim.