Benar sekali, dengan regulasi seperti GDPR dan kebijakan privasi yang makin ketat, kepercayaan menjadi mata uang baru dalam marketing digital. Brand harus beralih dari sekadar “mengumpulkan data” ke “membangun hubungan berbasis izin dan transparansi.”
Menurutku, Data Pihak Pertama (First-Party Data) memang solusi paling berkelanjutan. Selain lebih aman dan sesuai regulasi, data ini juga jauh lebih berkualitas karena diperoleh langsung dari interaksi nyata dengan konsumen misalnya lewat program loyalitas, preferensi belanja, atau survey pengalaman.
Kuncinya ada pada value exchange: konsumen mau berbagi data kalau mereka merasa mendapatkan manfaat yang personal dan relevan. Jadi, strategi etis dan personalisasi justru bisa berjalan beriringan.
Kalau menurut Albert sendiri, apakah konsumen sekarang sudah cukup sadar dan selektif soal izin penggunaan datanya?