Menurut saya, tantangan budaya kerja 2025 bukan pada berapa canggih tools yang digunakan, tapi bagaimana perusahaan mampu menciptakan lingkungan yang manusiawi. Bukan sekadar cepat, tapi jelas. Bukan sekadar produktif, tapi juga seimbang. Kadang solusi terbaik bukan menambah sistem baru, tapi mengurangi kompleksitas yang tidak perlu.